SAAT KB GRATIS MASIH DIMINATI
Hari Sabtu, 26 Maret 2011 di balai desa Kemadang kecamatan Tanjungsari kelihatan ada yang lain, yang biasanya sepi karena memang hari libur, pagi itu balai desa nampak ramai. Di Aula Balai Desa telah tertata dengan rapi kursi-kursi dan banyak ibu-ibu dan bapak-bapak yang sibuk mempersiapkan kelengkapan-kelengkapan lainnya. Memang hari itu akan ada acara pelayanan KB gratis, khusunya untuk alat kontrasepsi Implant dan IUD juga Kontrasepsi Mantap yaitu Vasektomi. Acara itu diselenggarakan hasil kerjasama antara RS Sardjito, BKKBN Propinsi DIY serta Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB (BPMPKB) kabupaten Gunungkidul, guna untuk meningkatkan kesertaan KB khususnya kesertaan KB Pria (Kondom dan Vasektomi). Yang cukup membanggakan dari acara tersebut, selain banyaknya minat ibu-ibu untuk mengikuti KB Implant dan IUD, ternyata juga cukup banyak bapak-bapak yang mempunyai minat untuk mengikuti KB dengan Vasektomi, sehingga sangat diharapkan dapat meningkatkan cakupan kesertaan KB Pria khususnya di Kabupaten Gunungkidul dan umumnya di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sejak jam 08.30, calon peserta KB baik Implant maupun IUD sudah siap di balai desa. Cukup banyak minat peserta KB gratis saat itu. Menurut catatan ada calon peserta KB Implant 90 orang, sedangkan IUD 12 orang, ditambah dengan Vasektomi 14 orang. Semua peserta menunggu dengan sabar dan duduk rapi ditempat yang sudah disediakan panitia.
Sekitar pukul 09.30, petugas medis dari RS Sarjito tiba dilokasi balai Desa, yang dipimpin langsung oleh dr. Sungsang yang akan langsung menangani proses Vasektomi. Karena dari BKKBN Propinsi DIY juga telah hadir, termasuk dari BPMPKB juga telah hadir, dan lokasi pelayanan pun telah selesai diepersiapkan maka di tengah hujan yang sangat lebat acara pelayanan KB pun dimulai. Kesibukanpun semakin tampak, masing-masing person sibuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Dokter Aris dari BKKBN Prop. DIY bertugas melakukannya tensi para calon Vasektomi. Ada juga yang sibuk mengurusi administrasi dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Dengan diliputi perasaan yang tidak kami ketahui secara pasti, bapak-bapak sudah siap antre dan menempati kursi yang telah dipersiapkan panitia, untuk segera mengikuti Vasektomi. Dari muka bapak-bapak calon peserta, terlihat ada yang tersirat rasa cemas, tegang, tapi ada pula yang biasa-biasa saja karena memang sudah mantap akan ikut KB Vasektomi.
Untuk mengetahui secara pasti kesiapan para calon peserta Vasektomi, kamipun mendatangi untuk sekedar berbincang tentang kesiapannya mengikuti Vasektomi. Dari hasil perbincangan kami banyak mengetahui tingkat pemahaman masyarakat tentang Vasektomi. Hasil perbincangan kami rangkum secara singkat di bawah ini.
Pak Ismail, begitu dia menyebut namanya, dia mengikuti Vasektomi dengan alasan karena saat ini anaknya sudah 4 orang. Dia sangat menyadari , bahwa untuk biaya pendidikan untuk anaknya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, belum lagi untuk kebutuhan gizi, kesehatan serta kebutuhan-kebutuhan lain. Karena kondisi tersebut dia memutuskan mengikuti KB Vasektomi, karena menurut pendapatnya Vasektomi merupakan metode KB yang paling efektif tingkat kegagalannya hampir tak ada.
Lain lagi dengan pak Supriyanto, dia mengikuti Vasektomi karena ingin menunjukkan rasa sayangnya kepada sang istri. Sang Istri tidak cocok dengan alat kontrasepsi apapun yang tersedia saat ini, baik suntik, implant maupun IUD. Setiap memakai alat kontrasepsi tertentu selalu terjadi kontra indikasi pada tubuhnya. Padahal menurut Pak Supri begitu kami memanggil, Keluarga Berencana adalah hal yang penting dalam upaya merencanakan keluarga agar menjadi keluarga yang sejahtera, maka pak Supri dengan mantap mengikuti Vasektomi dengan harapan keluarga sejahtera yang didambakan dapat terwujud.
Peran tokoh masyarakat memang sangat penting, dalam upaya meningkatkan kesertaan KB Pria. Ini dapat dibuktikan di Kemadang Kecamatan Tanjungsari, setelah kepala desa mengikuti Vasektomi ternyata banyak perangkat desa yang mengikuti jejak sang kepala desa dengan mengikuti Vasektomi. Di desa Kemadang, semua Kabag. telah mengikuti Vasektomi, hanya Kabag. Kesra yang tidak ikut, dikarenakan sang istri sudah memakai IUD. Bahkan ada sebagian kepala dusun yang juga telah di Vasektomi. Dan ternyata bapak Ismail, bapak Supriyanto serta bapak-bapak yang lain, dia mengikuti Vasektomi setelah mendapatkan KIE Advokasi dari bapak kepala dusun yang kebetulan sudah di Vasektomi.
Semoga acara serupa tetap dapat dilaksanakan di tempat yang lain, serta minat masyarakat untuk mengikuti KB khususnya untuk Vasektomi dapat semakin meningkat, sehingga harapan untuk meningkat kan KB Pria dapat terwujud. Peran tokoh Agama, tokoh masyarakat sangat diharapkan, juga tidak kalah pentingnya KIE Advokasi diharapkan dapat senantiasa dilakukan oleh segenap Petugas KB, guna meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan tentang Vasektomi. Sehingga masyarakat paham Vasektomi dan diikuti minatnya untuk mengikuti Vasektomi.
HIDUP KB PRIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
aRTHa