A. LATAR BELAKANG
Jumlah remaja pada tahun 2007 umur 10-24 tahun di Indonesia terdapat sekitar 64 juta atau 28,64 % dari jumlah penduduk sebanyak 222 juta. Menurut hasil studi yang dilakukan oleh DKT di bebrapa kota memperlihatkan data yang sangat meresahkan kita, yaitu secara terbuka remaja menyatakan mereka telah melakukan seks pra nikah yaitu di Bandung 54 %, Surabaya 47 %, dan Medan 52 %. Sedangkan data PKBI 2006 menujukkan bahwa umur pertama kali remaja melakukan hubungan seks pra nikah adalah umur 13-18 tahun. Menurut data Depkes sampai dengan maret 2007 jumlah pengidap AIDS sebanyak 8.988 orang dan 54 % adalah remaja usia 20-29 tahun.
Isu-isu Triad KRR (seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA) seperti tersebut diatas merupakan isu yang sangat aktual saat ini yang memerlukan perhatian semua pihak. Apabila kasus ini dibiarkan tentu akan merusak masa depan remaja dan masa depan keluarganya, sehingg pada akhirnya merusak masa depan bangsa Indonesia.
Salah satu program KRR yang dikembangkan antara lain adalah kegiatan yang dilakasanakan dengan wadah PIK KRR yaitu suatu wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja dalam memberikan informasi dan pelayanan konseling tentang kesehatan reproduksi. Keberadaan PIK KRR dilingkungan remaja sangat penting artinya dalam membantu remaja untuk mendapatkan informasi dan pelayanan konseling yang cukup dan benar tentang KRR.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja bertujuan untuk memberikan informasi KRR, ketrampilan kecakapan hidup (life skills). Pelayanan konseling dan rujukan KRR serta untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan lain yang has dan sesuai minat dan kebutuhan remaja untuk mewujudkan Tegar Remaja dalam rangka tercapainya Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera.
2. Tujuan Husus
a. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pembina, pengelola, konselor dan pendidik sebaya tentang pengertian dan batasan yang berkaitan dengan PIK KRR.
b. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pembina, pengelola ,konselor dan pendidik sebaya tentang tujuan, sasaran dan ruang lingkup PIK KRR.
c. Meningkatkan penetahuan dan ketrampilan para pembina, pengelola, konselor dan pendidik sebaya tentang pokok-pokok kegiatan dan mekanisme pengelolaan PIK KRR.
C. SASARAN DAN RUANG LINGKUP
1. Sasaran
Sasaran yang terkait dengan pembentukan, pengelolaanpengembangan, pelayanan dan pembinaan PIK KRR adalah sebagai berikut:
a. Pembina
Kepala Desa / Lurah, PLKB / PKB, Tokoh Masyarakat / Tokoh Agama, Bidan, Guru, Koordinator PLKB, dan lembaga / institusi lain yang terkait.
b. Pengelola
Berbagai pihak yang mempunyai kepedulian dan pengelola langsung PIK KRR, antara lain :
Kalangan remaja dan kalangan pemuda.
c. Pendidik Sebaya
Remaja yang telah mengikuti pelatihan pendidik sebaya dan mampu memberikan informasi KRR kepada remaja.
d. Konselor Sebaya
Pendidik sebaya yang telah mengikuti pelatihan konseling remaja dan mampu memberikan pelayanan konseling KRR kepada remaja.
2. Ruang Lingkup
Ruang lingkup PIK KRR meliputi aspek-aspek kegiatan pemberian informasi KRR, ketrampilan kecakapan hidup, pelayanan konseling, rujukn, pengembangan jaringan dan dukungan serta kegiatan-kegiatan pendukung lain yang sesuai dengan ciri dan minat remaja.
D. PENGERTIAN DAN BATASAN
1. Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja adalah suatu wadah kegiatan program KRR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan-kegiatan penunjang lainya.
2. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimilikioleh remaja baik secara fisik, mental dan sosial.
3. Triad KRR adalah tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu seksualitas, HIV/AIDS, dan Napza.
4. Seksualitas adalah segala sesuatu yang menyangkut sikap dan prilaku seksual maupun orientasi seksual.
5. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sedangkanpengertian HIV adalah virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia.
6. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan dari berbagai gejala penyakit akibat menurunya kekebalan tubuh individu akibat HIV.
7. Napza adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan zat adiktif lainya. Sedangkan pengertian Napza adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan kedalam tubuh manusia baik secara oral, dihirup maupun disuntik.
8. Program KRR adalah program untuk membantu remaja agar TEGAR dari resiko TRIAD KRR, dan memiliki status sistem reproduksi yang sehat, melalui peningkatan komitmen, pemberian informasi, pelayanan konseling, rujukan medis, dan pendidikan ketrampilan hidup serta kegiatan-kegiatan penunjang lainya.
9. Remaja adalah penduduk laki-laki atau perempuan yang berusia 10 – 19 tahun dan belum menikah ( WHO ).
10. Pemuda adalah penduduk laki-laki atau perempuan yang berusia 15 – 24 tahun ( UNFPA).
11. Pendidik sebaya adalah orang yang menjadi nara sumber bagi kelompok remaja sebayanya yang telah mengikuti pelatihan pendidik sebaya KRR.
12. Pengelola PIK KRR adalah tokoh remaja yang berperan sebagai pengelola k egiatan-kegiatan PIK KRR.
13. Konselor sebaya adalah orang yang dapat memberikan konseling KRR bagi kelompok remaja sebayanya yang telah mengikuti pelatihan konseling KRR.
14. Konseling KRR adalah suatuproses tatap muka dimana seorang konselor sebaya membantu remaja sebayanya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksinya.
15. Tegar Remaja adalah remaja yang berprilaku sehat, terhindar dari resiko, seksuslitas, HIV dan AIDS, Narkoba serta menunda usia pernikahan dan bercita-cita mewujudkan kKeluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera, sehingga menjadi contoh, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya.
E. TAHAPAN PENGEMBANGAN PIK KRR
Dalam upaya mencapai tujuan pengembangan dan pengelolaan PIK KRR , maka PIK KRR dikembangkan melalui tiga tahapan, yaitu TUMBUH, TEGAK dan TEGAR. Yang masing-masing tahapan tersebut didasarka pada; 1) materi dan isi pesan yang diberikan, 2) ciri kegiatan yang dilakukan, dan 3) dukungan dan jaringan yang dimiliki.
F. CIRI CIRI TAHAPAN
1. PIK KRR tahap TUMBUH
a. Materi dan isi pesan yang diberikan
1) TRIAD KRR
2) Pendalaman materi TRIAD KRR
3) Pemahaman tentang hak-hak reproduksi
b. Kegiatan yang dilakukan
1) Kegiatan dilakukan di tempat PIK KRR
2) Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE)
3) Menggunakan media cetak
4) Melakukan pencatatan
c. Dukungan dan jaringan yang dimiliki
1) Ruang husus
2) Memiliki papan nama
3) Struktur pengurus
4) Dua orang pendidik sebaya yang dapat diakses
2. PIK KRR tahap TEGAK
a. Materi dan isi pesan yang diberikan
1) TRIAD KRR
2) Pendalaman materi TRIAD KRR
3) Pemahaman tentang hak-hak reproduksi
4) Kecakapan hidup (life skills )
5) Ketrampilan advokasi
b. Kegiatan yang dilakukan
1) Kegiatan dilakukan didalam dan diluar PIK KRR
2) Bentuk aktifitas bersifat penyadaran( KIE)
3) Melakukan konseling KRR
4) Menggunakan media cetak dan elektronik
5) Melakukan pencatatan
6) Melakukan advokasi dan promosi untuk mengembangkan jaringan pelayanan
7) Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat remaja untuk datang ke PIK
8) KRR (Jambore remaja, pentas seni, lintas alam dll)
c. Dukungan dan jaringan yang dimiliki
1) Ruang husus dan ruang pertemuan
2) Struktur pengurus
3) Memiliki papan Nama
4) Empat orang pendidik sebaya yang dapat diakses
5) Dua orang konselor sebaya yang dapat diakses
6) Jaringan dengan pelayanan medis dan non medis
3. PIK KRR Tahap TEGAR
a. Materi dan isi pesan yang diberikan
1) TRIAD KRR
2) Pendalaman materi TRIAD KRR
3) Pemahaman tentang hak-hak reproduksi
4) Kecakapan hidup
5) Ketrampilan advokasi
6) Pendalaman materi advokasi.
b. Kegiatan yang dilakukan
1) Kegiatan dilakukan didalam dan diluar PIK KRR
2) Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE)
3) Menggunakan media cetak dan elektronik
4) Melakukan advokasi untuk meningkatkan kualitas PIK KRR
5) Melakukan kegiatan yang dapat menarik minat remaja datang ke PIK KRR
6) Melakukan pencatatan
7) Melakukan konseling KRR
8) Menyediakan pelayanan lain sesui kebutuhan remaja
9) Mempunyai akses pada jaringan Internet
10) Melibatkan jaringan termasuk pelayanan kesehatan dasar
c. Dukungan dan jaringan yang dimilki
1) Ruang husus dan ruang pertemuan
2) Pengelola dan penanggung jawab
3) Memiliki papan nama
4) Empat orng paendidik sebaya yang dapat diakses
5) Jaringan dengan pelayanan medis dan nono medis
6) Empat orng konselor sebaya yang dapat diakses
7) Memiliki hotline konseling
8) Memiliki perpustskaan
9) Tersedianya sarana prasarana untuk jaringan internet
10) Jaringan dengan: kelompok remaja,Orang tua, Guru-guru sekolah, PIK KRR lain dll
G. Langkah-langkah Pembentukan PIK KRR
1. Sarasehan anggauta kelompok remaja dalam rangka pembentukan PIK KRR dari pengurus PIK KRR
2. Konsultasi dan koordinasi untuk memperoleh dukungan/persetujuan dengan pimpinan setempat (desa, sekolah, pesantren, dan tempat kerja)
3. Menyusun program kegiatan
4. Meresmikan pembentukan PIK KRR (Launching)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar